You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang
Logo Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang
Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang

Kec. Luak, Kab. Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Soal Embung Talago, PPK: memang terjadi kebocoran, tapi menurut analisa teknis masih tergolong aman

RONI PUTRA 08 September 2021 Dibaca 1.345 Kali
Soal Embung Talago, PPK: memang terjadi kebocoran, tapi menurut analisa teknis masih tergolong aman

Warta nagari--Beberapa waktu lalu, santer pemeberitaan terkait pembangunan Embung Talago, di kaki Gunung Sago, nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang. Proyek milik Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) dikabarkan begitu mengkhawatirkan. Karena terjadi kebocoran, dan retak di bagian sayap kiri dan kanan.

Tidak hanya di media, di tingkat bawah, di masyarakat nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, khususnya jorong Sikabu-kabu juga telah menjadi topik obrolan. Tentu saja, itu atas dasar kekhawatiran mereka.

Atas itu pula, kemaren, selasa/07/09, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) yang dalam hal ini diwakili oleh tim PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) mendatangi nagari dan setelahnya langsung menuju lokasi Embung.

Setelah  melihat langsung ke lokasi, benar bahwa tejadi kebocoran dan keretakan. Menurut PPK, keretakandan kebocoran serupa itu masih dalam kewajaran. Di banyak tempat pembuatan embung, retak dan bocor serupa itu juga banyak terjadi. Kecuali retakan dan kebocoran itu ada di dasar dam.

" Memang ada kebocoran , tapi menurut analisa teknis secara umum kebocoran dan keretakannya masih dalam kategori aman," ungkap Syatriawam selaku PPK Embung Talago.

Dalam kunjungan ini, Pemerintah Nagari juga mempertanyakan terkait pembangunan yang tidak sesuai rencana sebagaimana disampaikan konsultan perencanaan kepada masyarakat. Yaitu penambahan gazebo,  taman, mushala, lahan parkir dan pos penjagaan, sehingga menjadi multi fungsi selain penampung persediaan air, juga sebagai kawasan yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

"Karena memang tidak mencukupinya penganggaran sebagaimana rencana awal. Rencana awal pembangunan ini bernilai 13,8 M. sementara pagu anggaran yang tersedia tahun 2020 sebanyak 11 M. Dan pada akhirnya terkontrak hanya 8,7 M. Makanya, untujk pembangunan gazebo, musholla, lahan parkir dan pos penjagaan belum bisa diakomodasi," jawab PPK.

Namun, yang jelas Syatriawan menerangkan, bahwa terkait kondisi kerusakan Embung Talago yang ada saati ini, serta status penanggung jawab, ada pada kontraktor.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image